Selasa, 30 Maret 2010

Cegah Stroke dengan Sebatang Cokelat


VIVAnews - Cokelat tak sekedar camilan lezat, namun juga menyehatkan. Makan sebatang cokelat sehari mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Studi menemukan konsumsi cokelat secara teratur menurunkan potensi penyakit jantung hingga 39 persen. Temuan ini berdasar analisa manfaat kakao terhadap kesehatan dengan melibatkan 30 ribu responden usia 35-65 tahun.

Kandungan flavanol dalam biji kakao berfungsi meningkatkan oksidasi nitrat dalam darah dan memperlancar fungsi pembuluh darah. Cokelat hitam lebih baik dikonsumsi daripada cokelat susu atau cokelat putih karena mengandung antioksidan lebih tinggi.

Brian Buijsse, seorang ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Wageningen Belanda, menemukan, konsumsi sebatang cokelat ukuran kecil setiap hari bermanfaat bagi kesehatan. Dengan takaran enam gram sehari mampu menurunkan risiko terkena jantung dan stroke sebesar 85 kasus per 10 ribu orang.

Namun, dia mengakui bahwa cokelat juga mengandung kalori tinggi. Sebanyak 100 gram cokelat, rata-rata mengandung 500 kalori. Sehingga bila dimakan berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Cokelat idealnya dijadikan sebagai makanan sehat menggantikan makanan padat lain seperti makanan ringan untuk mempertahankan energi dan berat badan tetap stabil. "Kita harus memastikan cokelat sebagai bagian diet sehat dan seimbang," ujarnya.



Sumber :

http://id.news.yahoo.com/viva/20100330/tls-cegah-stroke-dengan-sebatang-cokelat-34dae5e.html

Makanan Penghalau Stres


VIVAnews - Saat stres melanda dan ingin memperoleh kenyamanan dengan makanan, menjauhlah dari es krim dan makanan berlemak. Lemak tinggi memang membuat perasaan membaik selama beberapa saat, tapi selanjutnya justru membuat semakin stres.

Patricia Bannan, MS, RD, penulis buku 'Eat Right When Time Is Tight' memberi tips bagaimana menghindari stres di berbagai keadaan dengan makanan sehat rendah kalori.

Teh Herbal

Rasakan tubuh kian ramping dengan cepat dengan minum secangkir teh herbal hangat atau dingin. Aroma peppermint, spearmint, dan chamomile dapat mengurangi gas dalam tubuh Anda sehingga peminumnya akan merasa tenang.

Kacang Pistachio

Syaraf yang tegang di tempat kerja bisa dihilangkan dengan segenggam kacang pistachio. Penelitian menemukan pistachio mengurangi respons tubuh terhadap stres dengan mengurangi tekanan darah. Uniknya, 30 butir pistachio hanya mengandung sekitar 100 kalori, 200 kalori lebih sedikit daripada makanan kecil kebanyakan.

Kentang atau Ubi Jalar

Sulap masa-masa menjengkelkan sebelum menstruasi menjadi lebih menyenangkan dengan makan kentang atau ubi jalar dengan segelas susu kedelai. Wanita yang berada mengalami sindrom pra-menstruasi cenderung memiliki tingkat darah rendah kalsium dan magnesium.

Bannan mengatakan, Ubi jalar merupakan sumber magnesium yang baik, dan mengurangi retensi air yang berlebihan serta meningkatkan mood. Sedangkan susu kedelai mengandung kalsium serta vitamin B12, yang meningkatkan kadar serotonin, yang menciptakan perasaan bahagia.

Sup Miju-miju

Minum sup miju-miju atau kacang lentil yang kaya asam folat untuk meningkatkan memori dan menurunkan kadar homosistein, yang berpotensi merusak asam amino. Mereka yang mengalami penurunan kadar homosistein biasanya cenderung gelisah dan lemas.



Sumber :

http://id.news.yahoo.com/viva/20100330/tls-makanan-penghalau-stres-34dae5e.html

Senin, 29 Maret 2010

Tersenyumlah Lebar Agar Panjang Umur


VIVAnews - Coba buka kembali album foto yang mengabadikan gambar-gambar Anda. Jika semua menampakkan senyum lebar Anda, bersyukurlah. Itu pertanda, Anda akan memiliki umur panjang.

Peneliti Wayne State University Detroit yang mengevaluasi 230 foto pemain baseball sejak 1950 menganalisa hubungan antara senyum, usia, kehidupan pernikahan, serta massa indeks tubuh. Senyuman menunjukkan kebahagiaan yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang.

Penelitian yang dimuat dalam Psychological Science menemukan, rata-rata umur orang yang tersenyum tipis atau tidak tersenyum adalah 72,9 tahun. Sementara umur orang yang tersenyum lebar hidup lebih lama, mencapai 79,9 tahun.

"Orang dengan senyum paling intens cenderung memiliki hidup lebih lama, dibandingkan orang lain," ujar Ernest L. Habel, profesor kebidanan, ginekologi dan psikologi di Wayne State University.

Menurutnya, semakin intens senyum seseorang, memperlihatkan kebahagiaan yang mendasari dan mempengaruhi sikap lebih positif. "Sulit untuk berpura-pura tersenyum lebar bila tidak bahagia." Namun, sulit mendeteksi orang yang pemalu terhadap kamera.

Orang yang tersenyum lebar ditandai dengan senyum Duchenne, dinamai sesuai nama neurolog Prancis. Ciri-cirinya yakni pipi dan sudut-sudut mulut naik serta muncul kerutan di sekitar mata.

Jadi ada dua manfaat tersenyum lebar saat beraksi di depan kamera. Hasil foto yang lebih baik serta meningkatkan harapan hidup Anda. Jadi, tunggu apalagi?


Sumber :

http://id.news.yahoo.com/viva/20100328/tls-tersenyumlah-lebar-agar-panjang-umur-34dae5e.html

Minggu, 28 Maret 2010

Nafsu Makan Menunjukkan Kepribadian Kita


KOMPAS.com — Ternyata saat kita merasakan lapar, hal ini tidak hanya menunjukkan bahwa kita butuh makan. Menurut Alan R Hirsch, MD, Kepala Smell & Taste Treatment and Research Foundation di Chicago, rasa lapar juga bisa mengindikasikan kepribadian seseorang. Apa iya?

Hirsch tidak tanggung-tanggung, penulis buku What Flavor Is Your Personality? ini meneliti 18.000 orang yang berusia 25 tahun untuk sampai pada kesimpulan tersebut. Coba cek kesehatan dan kepribadian kita melalui daftar sandi lapar berikut ini:

Merindukan makanan asin
Status gizi: Jika kita hanya ingin menikmati makanan-makanan yang asin, ini adalah pertanda tubuh kita kekurangan mineral. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan, perempuan yang mengonsumsi makanan dengan kadar kalsium yang kurang umumnya selalu mencari makanan dengan rasa lebih asin.

“Ini berbeda dengan perempuan yang kadar kalsiumnya tinggi dan memiliki tulang yang bagus,” ucap Michael Tordoff, PhD, peneliti dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia. Analisis masuk akalnya, sodium secara perlahan dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Itu mengapa kemudian tubuh “berbicara” pada otak untuk memerintahkan kita mencari makanan-makanan asin.

Kepribadian Anda adalah santai, tidak terlalu memaksakan diri, yang penting adalah melakukan yang terbaik dan mengikuti ke mana jalan hidup membawa. Sebab, dalam penelitian yang dilakukan Hirsch, pencinta rasa asin meyakini apa yang terjadi pada dirinya juga melibatkan faktor eksternal, bukan semata-mata karena usahanya sendiri.

Tergila-gila dengan cokelat
Status gizi: Rasa cokelat digemari karena kemampuannya untuk membuat kita tenang. Khasiat ini dimiliki cokelat karena makanan ini memang menstimulasi otak untuk mengeluarkan serotonin. “Saat kita mencari-cari cokelat, ini adalah cara tubuh memberitahu bahwa kita membutuhkan antidepresan untuk membuat kita kembali tenang menghadapi apa pun juga,” ucap Hirsch.

Kepribadian Anda: Menurut Hirsch, pembacaan karakternya akan tergantung pada jenis cokelat yang kita inginkan. Jika yang kita cari adalah dark chocolate maka karakter kita, menurutnya, seseorang dengan kepribadian menyenangkan. Dapat diajak bersenang-senang, tapi juga sangat tepat untuk memimpin satu proyek besar. Sedangkan bagi kita yang menginginkan milk chocolate, karakternya adalah kebalikan dari dark chocolate. “Pendiam dan lebih suka menyendiri.”

Menginginkan makanan manis
Status gizi: Hampir sama ketika kita menginginkan cokelat, tubuh kita membutuhkan “pemantik” mood. Atau bisa juga tubuh kita kekurangan energi maka meminta kita untuk kembali mengisi bahan bakar dari makanan manis.

Kepribadian Anda: “Pencinta makanan manis adalah orang-orang yang senang hura-hura. Tidak hanya itu, mereka juga senang menonjolkan diri sendiri dan merasa paling spesial,” Hirsch memaparkan.

Rindu makanan dengan kombinasi rasa manis dan asin
Status gizi: Ini adalah cara tubuh memberitahu bahwa tubuh kita kekurangan sodium dan glukosa. Kekurangan dua nutrisi ini adalah indikasi awal bahwa fungsi tubuh tidak bekerja secara maksimal. Alhasil, sel-sel tubuh tidak gesit dan kita pun menjadi mudah lelah. “Maka sangat masuk akal kita ingin cokelat yang ditaburi keju untuk kembali prima,” jelas Hirsch.

Kepribadian Anda: Hirsch mengamati, orang yang suka mencelupkan keripik kentang ke dalam cokelat biasanya adalah orang-orang kreatif, tapi sangat individual. “Ada waktu dia sangat mencintai kesendiriannya.”

(Prevention Indonesia/Siagian Priska)


Sumber :

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/15/20164939/Nafsu.Makan.Menunjukkan.Kepribadian.Kita

Kenari Aman untuk Gula Darah


KOMPAS.com - Belum waktunya makan siang, tapi perut sudah "bernyanyi"? Anda boleh kok, mengudap sesuatu di sela jam makan asalkan memilih makanan tepat dan sehat. Kacang-kacangan seperti kenari, misalnya, bisa menjadi pilihan kudapan yang sehat, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat gula darah tinggi. Jenis kudapan ini aman dan tak membuat gula darah cepat naik.

Sebuah penelitian menyebutkan, konsumsi segenggam kenari setiap hari bisa membantu memperbaiki pembuluh darah pada penderita diabetes. Manfaat kenari bagi penderita diabetes dan kaitannya dengan gula darah di antaranya:

Fungsi endotel meningkat
Sel endotel pembuluh darah merupakan satu lapis sel yang terletak di antara aliran darah dan jaringan. Penelitian pada dua orang penderita diabetes yang mengonsumsi kenari setiap hari selama 8 minggu menunjukkan, fungsi endotel membaik secara signifikan. Sel endotel menjadi salah satu sasaran ketika penyakit diabetes mulai menjalar dan menyerang pembuluh darah. Jika sel ini berfungsi baik, pembuluh darah penderita diabetes terlindungi.

Mencegah plak di arteri
Kenari memiliki kandungan asam alfa linolenat yang tinggi. Kandungan ini membantu melindungi arteri, dan melawan terjadinya plak di arteri.

Mengendurkan pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah
Kenari mengandung asam amino yang disebut L-arginin yang tinggi. Kandungan ini membantu mengendurkan pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah.  

Tidak membuat berat atau lingkar pinggang bertambah
Kandungan protein dan serat dalam kenari tidak membuat tubuh Anda menjadi melar karena kudapan kacang-kacangan setiap hari. 


Sumber :

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/23/18324136/Kenari.Aman.untuk.Gula.Darah.

7 Mitos Lemak yang Menyesatkan


KOMPAS.com — Lemak sering kali dituding sebagai "biang keladi" obesitas serta berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya. Akibatnya, kian hari kian banyak saja perempuan yang menyingkirkan lemak dari menu sehari-hari. Padahal, beberapa di antara pernyataan buruk tentang lemak itu hanyalah mitos yang menyesatkan. 

Mitos 1: Jangan Minum Susu kalau Mau Kurus
Tubuh kita membutuhkan protein, vitamin (A dan D), mineral, dan suplai energi yang terkandung di dalam susu. Susu juga amat baik karena kandungan kalsium yang tinggi (116-290 mg kalsium per 100 gram susu). Kekurangan kalsium akan membuat Anda rentan terserang osteoporosis dan kekurangan produksi hormon yang bisa membantu mengurai lemak di dalam tubuh. 

Tip: Minumlah susu 1-2 kali sehari. Perempuan berusia di bawah 30 tahun masih boleh mengonsumsi susu full cream. Susu low fat ataupun nonfat adalah pilihan terbaik bagi yang usianya di atas 30 tahun. 

Mitos 2: Avokad adalah Jenis "Buah Terlarang"
Lemak di dalam avokad adalah asam lemak omega-9, jenis lemak baik yang justru mampu menekan kadar kolesterol jahal (LDL). Avokad juga kaya serat sehingga bisa menyerap kelebihan LDL dan membuangnya bersama sisa-sisa pembakaran. Avokad pun kaya kalium yang berkhasiat menstabilkan debar jantung dan tekanan darah serta memelihara kesehatan sistem saraf. Juga kaya vitamin E dan B yang penting untuk menjaga kesehatan kulit, mencegah penuaan dini, dan memperkuat imunitas tubuh. 

Tip: Santap avokad tanpa tambahan dressing, seperti susu, cokelat, ataupun gula. Avokad juga lezat dinikmati sebagai pengganti mentega atau butter untuk melapisi roti. 

Mitos 3: Mentega Lebih Baik daripada Minyak Goreng
Mentega terbuat dari krim susu sehingga kandungan kolesterol di dalamnya justru lebih tinggi dibandingkan minyak goreng. Terlebih, minyak goreng yang terbuat dari bahan nabati, seperti minyak zaitun, minyak kanola, atau minyak wijen. Meski minyak goreng nabati mengandung lebih banyak lemak dibandingkan mentega, sebagian besar kandungan lemak yang terdapat di dalamnya tergolong lemak "baik" yang mudah diuraikan tubuh. 

Tip: Hindari memproses makanan dengan cara digoreng dan pilihlah makanan yang direbus, dikukus, atau ditumis. Jika terpaksa mesti menggoreng, pilihlah jenis minyak nabati. 

Mitos 4: Banyak-banyak Makan Telur Itu Aman
Memang banyak olahragawan yang makan telur banyak-banyak demi mendapatkan tubuh berotot. Tapi, mereka punya panduan diet yang membatasi jumlah konsumsi telur dan mengimbanginya dengan asupan nutrisi lain. Telur memang mengandung banyak zat gizi, seperti vitamin B-kompleks, asam amino esensial, seperti mineral (besi, fosfor, dan kalsium). Namun, selain kaya gizi, kandungan kolesterol di dalam kuning telur amat tinggi sehingga konsumsinya harus dibatasi. 

Tip: Batasi makan telur menjadi 2 butir per minggu. Bersama telur, konsumsilah sayur-sayuran yang kaya vitamin A, D, E, dan K, seperti wortel dan tauge, untuk membantu melarutkan lemak. 

Mitos 5: Pantang Makan Daging Bikin Tubuh Langsing
Daging adalah bahan pangan yang kaya protein serta asam amino esensial yang penting bagi tubuh. Di dalam daging ikan terkandung asam lemak omega-3 yang berguna mencegah penyakit jantung serta omega-6 yang mampu meningkatkan pembakaran energi dalam tubuh, mengatasi retensi (penarikan air dalam tubuh) dan penyakit jantung koroner. 

Tip: Perbanyak konsumsi ikan dibandingkan daging sapi dan ayam. Buang kulit dan bagian yang berlemak. Jika ingin menyantap steak, hindari steak prime rib atau T-bone yang banyak lemak. 

Mitos 6: Doyan Es Krim Bikin Badan Melar
Es krim yang berbahan dasar susu memang mengandung lemak dan kolesterol dalam jumlah bervariasi. Tetapi, jangan lupa, di dalam setiap jenis makanan terdapat zat gizi yang baik dan buruk bagi tubuh. Selain lemak dan kolesterol, es krim juga mengandung banyak sekali mineral (kalsium, magnesium, natrium, kalium, besi, seng, dan iodium), protein, serta vitamin A, B, D, dan E. Kalsium malah mampu meningkatkan produksi hormon yang bertugas menguraikan lemak dalam tubuh. 

Tip: Pilih es krim rendah lemak, sorbet, ataupun gelato. Lebih baik lagi, nikmatilah es krim dengan dicampur beraneka macam potongan buah. 

Mitos 7: Kacang-kacangan adalah Camilan yang Menggemukkan
Penelitian di Purdue University menyatakan, menyantap kacang-kacangan bisa mendatangkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan camilan diet, seperti biskuit beras dalam jumlah sama. Lemak dalam kacang adalah omega-9, lemak "baik" yang mampu menurunkan level LDL. Kacang almon, hazelnut, dan walnut mengandung asam amino arginine yang mampu memperlebar pembuluh darah arteri dan menurunkan tekanan darah. 

Tip: Menurut penelitian, mengemil kacang 5 kali seminggu masing-masing 1 bungkus kecil dapat menurunkan risiko serangan jantung sebesar 25-39 persen. Tapi, konsumsi kacang yang dipanggang, jangan yang digoreng. 

(Nayu Novita/Majalah Chic)


Sumber :

http://kesehatan.kompas.com/read/2010/03/26/1158469/7.Mitos.Lemak.yang.Menyesatkan.

Jumat, 26 Maret 2010

7 Hal yang Jangan Dilakukan Setelah Makan


VIVanews - Setelah makan, banyak orang yang memiliki kebiasaan tertentu. Seperti merokok, makan buah atau minum teh. Mungkin hal itu dianggap biasa. Tetapi ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan langsung setelah makan.

Berikut tujuh hal yang sebaiknya jangan Anda lakukan setelah makan.

1. Merokok

Penelitian menunjukkan, merokok satu batang setelah makan efeknya sama dengan merokok sepuluh batang rokok. Risiko terkena kanker menjadi lebih besar.

2. Langsung makan buah

Setelah selesai makan, sebaiknya jangan langsung makan buah. Hal itu karena perut akan terasa kembung dan penuh dengan udara. Tunggulah satu hingga dua jam, setelah makan, jika ingin mengonsumsi buah.

3. Minum teh

Teh mengandung kadar asam yang tinggi. Jika dikonsumsi langsung setelah makan, akan membuat makanan sulit dicerna.

4. Melonggarkan ikat pinggang

Melonggarkan ikat pinggang langsung setelah makan, bisa menyebabkan usus bergerak terbalik.

5. Berjalan

Berjalan langsung setelah makan, membuat sistem pencernaan tidak bisa menyerap nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

6. Mandi

Mandi akan meningkatkan aliran darah ke tangan, kaki dan tubuh. Hal itu menyebabkan aliran darah ke perut akan menurun dan mengurangi kerja sistem pencernaan.

7. Tidur

Jangan langsung tidur setelah makan, meskipun Anda merasakan kantuk. Hal ini bisa menyebabkan peradangan usus dan perut.


Sumber :

http://id.news.yahoo.com/viva/20100326/tls-7-hal-yang-jangan-dilakukan-setelah-34dae5e.html

Sikap Optimis Bikin Tubuh Kebal Penyakit


VIVAnews - Berpikiran optimis tidak hanya baik untuk emosi Anda tetapi juga meningkatkan sistem imunitas atau daya tahan tubuh. Hal itu menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari dari University of Kentucky, Amerika Serikat.

Penelitian ini, melacak optimisme dan perubahan respon imun pada 124 responden berstatus mahasiswa jurusan Hukum. Para peneliti menemukan, responden

yang lebih optimis, menunjukkan tingkat imunitas tinggi yang diperantarai sel. Respon sel tersebut saat terkena invasi virus atau bakteri asing cukup tinggi. Tetapi, ketika sikap optimis berkurang, aktivitas sel tersebut juga menurun.

Dalam penelitian sebelumnya telah diketahui, adanya hubungan antara kondisi psikologis dan fisik. Sikap optimis ini bisa mengatasi stres dan menangkal penyakit. Selain sikap optimis, faktor genetik dan kepribadian juga bisa mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh.

"Untuk menunjukkan bahwa seseorang, dengan kepribadian dan gen yang sama, memiliki fungsi kekebalan tubuh yang berbeda, ketika ia merasa lebih atau kurang optimis dalam memberikan hubungan yang kuat antara keduanya," kata salah satu peneliti, Suzanne Segerstrom, seperti VIVAnews kutip dari MSNBC.

Dalam penelitian ini, para responden diberikan lima pertanyaan kuesioner. Mereka juga menjalani pemeriksaan imunitas selama satu tahun. Dari kuesioner diketahui kadar optimisme dari para mahasiswa.

"Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa optimisme mempengaruhi kekebalan tubuh dan meningkatkan emosi positif. Langkah berikutnya, adalah menemukan efek yang sama pada orang tua, yang sistem kekebalan tubuh paling rentan terhadap infeksi," kata Segerstrom.



Sumber :

http://id.news.yahoo.com/viva/20100326/tls-sikap-optimis-bikin-tubuh-kebal-peny-34dae5e.html


Bagus banget niy artikel, memotivasi orang untuk ber-positive thingking.

Perspektif Kerja dalam Psikologi Humanistik

Perspektif kerja menurut Behaviorisme

Kerja dapat diartikan sebagai tindakan yang muncul diakibatkan oleh sebuah stimulus. Seperti yang diujicobakan oleh Pavlov dimana ia memancing kerja air liur seekor anjing dengan memberikan stimulus sebuah daging. Seorang siswa tidak boleh terlambat masuk sekolah sebab ia akan mendapatkan hukuman dari gurunya bila datang terlambat. Jadi bila siswa tersebut tidak ingin mendapatkan hukuman dari gurunya maka jangan sampai datang terlambat ke sekolah. Hukuman merupakan stimulus yang sengaja diberikan untuk membentuk pola yaitu sebuah kerja yang diinginkan. Pola kerja disini yang ingin dibentuk adalah perilaku siswa untuk datang tepat waktu.


Behaviorisme memandang perilaku kerja sebagai suatu hal yang sangat dipengaruhi oleh stimulus di sekitarnya. Perilaku kerja dapat dibentuk sesuai dengan yang diinginkan tergantung kadar pemberian stimulusnya. Konsep kerja bila dikaitkan pada paham behaviorisme sebenarnya mengarahkan kepada keteraturan. Perilaku kerja menjadi terpola dan dapat dikendalikan. Dari contoh perilaku siswa yang datang ke sekolah tadi dapat dianalisis bahwa pola kedatangannya ke sekolah akan menjadi teratur tepat waktu dengan penetapan hukuman bila ia terlambat.


Selain itu dalam neobehaviorisme yang dikembangkan oleh Hull terdapat pula proses pengkondisian pada organisme yang sedang melakukan proses belajar atau yang dalam konteks ini dikatakan sebagai kerja. Pada kondisi-kondisi tertentu pola kerja yang dibentuk akan muncul secara otomatis sebab telah terjadi proses belajar di dalamnya. Untuk contoh yang dibahas sebelumnya kondisi-kondisi tersebut dapat berupa tempat terjadinya yaitu di sekolah dan suasana yang ada di sekitarnya seperti waktu dan figur-figur tertentu misalnya guru yang mendukung proses belajar atau pola kerja yang diinginkan serta tidak lupa hukuman yang telah disiapkan bila siswa terlambat.


Dengan intensitas yang teratur maka akan terbentuk pola kerja yang diinginkan. Kelemahan dari metode ini justru ada pada jumlah intensitasnya. Bila intensitas yang diberikan tidak teratur akan membuat organisme menjadi sadar dan dapat melupakan proses belajar atau pola kerjanya dan kembali pada perilaku awal. Jika hukuman yang diberikan kepada siswa yang datang terlambat tidak intens atau tidak tentu diberikan maka akan membuat perilaku siswa menjadi semaunya dan akhirnya tidak membentuk pola kerja yang diinginkan.


Perspektif kerja menurut Depth Psychology


Konsep kerja menurut Depth Psychology mengarah pada bentuk pengertian yang mengarah pada patologi dari kerja itu sendiri. Ada kalanya kita dikejar oleh tenggang waktu kerja (deadline) yang harus dipenuhi sebelum waktunya tiba. Disini kita seharusnya dapat memahami makna kerja secara keseluruhan, kita mendalami dan mengerti esensial karakteristik kerja yang sebenarnya. Dengan begitu maka kita akan dapat mengatur dan memilah kerja sesuai dengan kemampuan dan tidak dikejar oleh deadline.


Seorang tukang becak sangat mengerti akan karakteristik kerjanya. Ia mengerti bagaimana ia bekerja di bawah terik matahari tanpa pingsan sekalipun. Padahal ia juga sama seperti orang-orang lainnya dan terkadang bila seseorang itu ditukar profesinya dengan tukang becak belum tentu dapat bertahan. Tukang becak ini dapat bertahan dibawah terik matahari sambil mengayuh becak mengantarkan para penumpangnya ke tujuan masing-masing yang jaraknya beragam.


Ia sangat mengerti apa yang membuatnya dapat bertahan dalam kondisi kerja yang seperti itu. Secara tidak sadar tukang becak memiliki karakter berpakaian tersendiri untuk membuatnya nyaman dalam mengayuh becak seperti menggunakan pakaian yang berbahan katun dan mudah untuk menyerap keringat, membuat efek sejuk bila dikenakan pada jangka waktu yang lama, seharian misalnya. Selain itu tukang becak juga mengenakan topi untuk melindungi kepalanya dari sengatan matahari. Ia juga mengenakan sandal yang tidak memberatkan kakinya untuk mengayuh becak. Hal-hal seperti ini secara tidak sadar telah membentuk karakteristik tukang becak dalam kerja mengayuh becaknya. Keseluruhannya adalah berorientasi pada person-centered dan humanis.


Bila seseorang tidak nyaman dengan kondisi dan situasi tertentu maka akan berusaha untuk membuat dirinya senyaman mungkin dengan mengerahkan segala kemampuannya yang disesuaikan dengan situasi tersebut dan hal itu terkadang tidak disadari oleh individu yang bersangkutan. Ketidaksadaran itulah yang menjadi salah satu unsur dalam Depth Psychology.


Perspektif kerja menurut Psikologi Humanistik-Eksistensialisme


Psikologi Humanistik-Eksistensialisme memberikan penjelasan tentang konsep kerja yang menitikberatkan pada bahasa. Dimana kerja merupakan media bagi kita untuk mencapai tujuan, harapan serta cita-cita. Dengan kerja, kita dapat mengapresiasikan kedudukan kita dalam masyarakat. Kedudukan tersebut dapat kita capai dengan seberapa besar kita mengatur dan menginfestasikan kerja.


Ada dua orang yang bekerja pada satu tempat yang sama dengan kedudukan yang sama pula. Bilang saja orang pertama dengan sebutan A dan orang yang kedua dengan sebutan B.


A adalah orang yang rajin kerja di kantornya, ia mengetahui betul apa saja yang harus diselesaikan setiap harinya di kantor. A tidak pernah mengeluh dengan segala beban kerja yang ia terima dari atasannya. Sebaliknya, A dengan senang hati melakukan segala beban kerja yang diberikan kepadanya dengan ikhlas.


Berbeda dengan A, B merupakan orang yang malas. Ia selalu tidak bersemangat dalam bekerja di kantor. Pekerjaannya hanya mengeluh pada rekan-rekan kerjanya. Dengan sikap malasnya maka mengakibatkan B selalu dikejar deadline. Belum lagi B kerap mendapat teguran dari atasan karena cara kerjanya yang seperti itu. B semakin tidak bersemangat dalam bekerja dan terpaksa menerima itu semua asalkan ia tidak dikeluarkan dari kantor. Kelebihan B adalah dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik walaupun dengan menjalani cara yang seperti itu.


Dari cerita ilustrasi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa A dan B memiliki cara dan karakteristik tersendiri untuk melakukan pekerjaannya. A yang rajin merasa nyaman bekerja dengan segala sesuatu yang tertata dan rapi tanpa dikejar-kejar waktu. Dengan cara yang seperti itu ia dapat menyelesaikan pekerjaannya. Karena cara itulah yang membuat ia nyaman dalam bekerja dan menyelesaikannya dengan baik.


B juga tidak kalah, ia memiliki cara tersendiri yang menurutnya lebih nyaman dalam menyelesaikan pekerjaannya. Menurutnya dalam keadaan terjepit akan membuat ia lebih maksimal dalam menyelesaikan segala tugasnya di kantor. Orang-orang di sekelilingnya mungkin tidak sepaham dengan caranya menyelesaikan pekerjaan namun tujuan akhirnya adalah sama. Yang terpenting dari itu semua ialah pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan baik. Dengan bagaimanapun caranya.


Cara-cara yang digunakan dalam ilustrasi diatas adalah human, tergantung pada kenyamanan masing-masing individu dalam menyelesaikan pekerjaanya, ada yang sama dan tidak sedikit pula yang berbeda bahkan ekstrim. Sekarang kita lihat saja tujuan akhir dari sebuah pekerjaan.


Cara-cara yang ekstrim menjadi tidak lazim dalam kehidupan di masyrakat tetapi bukannya sesuatu hal yang berbeda akan menjadi ragam dalam sebuah komunitas? B yang menurut orang-orang malas ternyata juga bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah bukan kemalasan B yang menjadi masalahya tetapi dapat selesai atau tidak pekerjaan yang dikerjakan B. Dan B ternyata mampu menyelesaikannya dengan baik.


Dalam ranah Psikologi sangat erat kaitannya dengan individual deferences, bahwa setiap individu memiliki kekhasan dan keunikan masing-masing dalam dirinya yang sebaiknya kita hargai satu sama lain. Bahkan tanpa kita sadari kekhasan dan keunikan tersebut dapat menjadi kekuatan dalam diri setiap individu, tinggal bagaimana kita dapat mengembangkan dan menggali potensin
nya.



Sumber :Tageson, C. W. Humanistic Psychology A Synthesis. Illinois: The Dorsey Press, 1982.

Mengusir Rasa Malas

Rasa malas sejatinya merupakan sejenis penyakit mental. Mengapa disebut penyakit mental? Disebut demikian karena akibat buruk dari rasa malas memang sangat merugikan. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Sukses dalam karir, bisnis, dan kehidupan umumnya tidak pernah datang pada orang yang malas.
Masyarakat yang dipenuhi oleh individu-individu yang malas tidak jelas tidak akan pernah maju.

Cara mengatasi rasa malas di bawah ini:
1. Membuat Tujuan
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmenkomitmen pencapaian hidup.
Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.
biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik.
Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmenkomitmen pencapaian hidup.
Di sinilah pangkal persoalannya. Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.

2. Mengasah Kemampuan
Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuantujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
Contoh; jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak
sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut. Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi.

3. Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya. Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama-lama dengan para orang malas dan pesimistik.
Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai
dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang
kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati. Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasi malas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu
sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total. Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri.Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya. Manusia-manusia optimis, self-motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.
Rasa malas jelas merugikan. Obat mujarabnya adalah menumbuhkan kebiasaan mendisiplinkan diri dan menjaga kebiasaan positif tersebut. Sekalipun seseorang memiliki cita-cita atau impian yang besar, jika kemalasannya mudah muncul, maka cita-cita atau impian besar itu akan tetap tinggal di alam impian. Jadi, kalau Anda ingin sukses, jangan mempermudah munculnya rasa malas. Rasanya banyak diantara kita yang punya “penyakit” suka menunda-nunda pekerjaan. Penyakitini, yang sebetulnya adalah kebiasaan, seringkali disebabkan karena kita malas mengerjakan sesuatu. Malas bangun dari tempat tidur, malas pergi olahraga, malas menyelesaikan tugas kantor, dll.


Sumber : http://massofa.wordpress.com/2010/02/15/mengusir-rasa-malas/



Hari ini saya diserang penyakit malas yang membuat saya menjadi tidak bersemangat seharian. Semoga dengan tips-tips diatas bisa mengusir rasa malas saya dan anda sekalian.

Minggu, 14 Maret 2010

7 Orang Indonesia dalam Daftar 1000 Orang Terkaya Dunia

Jakarta - Sejumlah nama-nama dari Indonesia mejeng dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi Majalah Forbes. Namun nama-nama yang masuk dalam daftar tersebut tidak lah terlalu mengejutkan dan biasa wara-wiri dalam daftar orang-orang terkaya.
Dalam daftar 500 orang terkaya dunia, Indonesia hanya menempatkan 4 wakilnya. Satu nama yakni Sukanto Tanoto keluar dari daftar 500 orang terkaya dunia di tahun 2010. Pada tahun 2009 lalu, Sukanto Tanoto menempati posisi 450 dengan kekayaan mencapai US$ 1,6 miliar.
Sementara dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia, secara total Indonesia menempatkan 7 wakilnya. Perwakilan Indonesia dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia versi majalah Forbes yang dikutip detikFinance, Kamis (11/3/2010) adalah:

1. Michael Hartono, posisi 258 (70 tahun) US$ 3,5 Miliar
2. R Budi Hartono, posisi 258 (69 tahun) US$ 3,5 Miliar
3. Martua Sitorus, posisi 316 (50 tahun) US$ 3 Miliar
4. Peter Sondakh, posisi 437 (58 tahun) US$ 2,2 Miliar.
5. Sukanto Tanoto, posisi 536 (60 tahun), US$ 1,9 Miliar
6. Low Tuck Kwong, posisi 828 (61 tahun), US$ 1,2 Miliar
7. Chairul Tanjung, posisi 937 (47 Tahun), US$ 1 Miliar.

Michael Hartono dan Budi Hartono merupakan bersaudara pendiri perusahaan rokok Djarum. Michael tercatat memiliki 49% saham di Djarum, sementara 51% dikuasai Budi.
Grup Djarum kini juga menguasai mayoritas saham di BCA, bank dengan nasabah terbesar di Indonesia. Keduanya juga menguasai Grand Indonesia, sebuah pertokoan mewah di jantung kota Jakarta.
Sedangkan Martua Sitorus merupakan pemilik perusahaan sawit Wilmar International. Martua membeli perkebunan sawit pertamanya pada tahun 1994. Setahun kemudian, ia mendirikan Wilmar International dengan keponakannya, Robert Kuok yang juga masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Merger antara Wilmar dengan kebun sekaligus agribisnis Kuok menghantarkan perusahaan tersebut sebagai salah satu yang terbesar di Asia. Sebagai Chief Operationg Officer, Martua masih memiliki 10% saham di perusahaan yang harga sahamnya telah melonjak hingga dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara Peter Sondakh yang merupakan pemilik konglomerasi Grup Rajawali berhasil mencetak kekayaan US$ 2,2 miliar. Ia berhasil meraup US$ 350 juta dari penjualan Bentoel kepada British American Tobacco pada Juni tahun lalu.
Ia juga menjual sahamnya di Excelcomindo Pratama (XL Axiata) pada tahun 2007 dengan hasl mencapai US$ 400 juta. Grup Rajawali saat ini tercatat masih menguasai saham di Semen Gresik.
Kelompok usaha ini pada Januari lalu memberikan US$ 20,5 juta ke Harvard untuk mendanai lembaga pendidikan baru di Asia dan program baru di Indonesia.
Low Tuck Kwong merupakan pemilik dari perusahaan batubara Bayan Resources. Bapak dua anak ini membeli perusahaan tambang pertamanya pada tahun 1997, lima tahun setelah menjadi Warga Negara Indonesia.
Kwong yang merupakan pecinta binatang itu juga tercatat memiliki saham di Manhattan Resources.
Sedangkan Sukanto Tanoto adalah pemilik konglomerasi RGM (Raja Garuda Mas) dengan gurita bisnis mulai dari kertas hingga CPO.
Siapa tak kenal Chairul Tanjung. Pemilik Para Group ini semakin menggurita bisnisnya dari stasiun televisi, bank hingga waralaba. Tahun lalu ia bergabung dengan Wapres Jusuf Kalla membuat studio di Makassar.

Sumber: http://www.detikfinance.com,
http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=12826

Jumat, 12 Maret 2010

Bahayakah Trauma Kejiwaan Itu dan Akibatnya ?


Sebenarnya yang terjadi jika kita mengalami trauma atau benturan secara fisik bisa mengakibatkan kerusakan pembuluh darah, syaraf, serta juga kerusakan organ-organ tubuh yang lain yang dapat mengakibatkan cacat seumur hidup atau dapat pula menyebabkan kematian. Bahkan ada yang menyebabkan kematian secara langsung atau secara perlahan-lahan saja, intinya mengalami hal-hal yang buruk dan rusak secara jasmani ataupun rohani.

Demikian juga dalam hal trauma secara kejiwaan, yang terkena adalah gangguan psikologi atau gangguan kejiwaan dan gangguan mental yang mengakibatkan luka dan trauma yang begitu dalam, sehingga ada beberapa orang tidak dapat mengampuni diri sendiri dan mempengaruhi keputusan dalam hidupnya. Sehingga masa depan menjadi bimbang dan tidak dinikmati. Bahkan ada beberapa orang yang menjadi terlena dengan masa lampau, sehingga tidak melangkah pasti didalam hidupnya.

Dalam hidup ini banyak hal kejadian yang membuat seseorang menjadi trauma, seperti trauma berpacaran, baik usia yang lebih tua atau lebih muda, trauma terhadap perceraian, trauma ditempat yang gelap atau ditempat ketinggian. Bahkan ada yang trauma untuk menikah, trauma punya anak, trauma dalam bekerja dan masih banyak lagi kejadian yang mengakibatkan kita menjadi trauma.

Hal-hal tersebut menjadi bayang-bayang masa lalu yang membuat anda tidak mau mencoba, karena takut atau gagal. Yang hebat lagi, itu membuat anda tidak meraih seutuhnya kehidupan sesungguhnya dan sepanjang hidup anda menjadi tersiksa dan menjadi ketakutan juga kuatir.

Jadi baik trauma kejiwaan ataupun juga trauma benturan secara fisik sama bahayanya dan sama-sama mengakibatkan sesuatu yang fatal secara kejiwaan, baik batin, mental dan emosional. Tahukah anda itu dapat melumpuhkan kehidupan anda dalam menjalani hari-hari anda dan bisa mengakibatkan jangka panjang .

Bahkan bisa disimpulkan, lebih berat trauma kejiwaan karena hati tidak dapat pulih, sikap tidak memaafkan diri sendiri dan juga tidak menerima diri sendiri dapat mempengaruhi roh, jiwa dan pikiran anda.

Tinggalkanlah dan hindari trauma dalam jenis apapun.

(Dr. Lamrenta Simanjuntak/FJ/VBL)


Sumber : http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=17948



Rabu, 10 Maret 2010

Sebuah Tulisan Iseng Tentang Soft Skill

Tidak ada ide yang tersirat di kepala saya, padahal tugas terus menumpuk dan menuntut ide-ide ini untuk keluar. Ingin rasanya ada yang bisa di buat untuk inspirasi. Jujur saja, saya tidak pandai dalam menulis. Apapun tulisannya karena memang tidak ada kebiasaan dalam keluarga saya yang suka menulis. Kami lebih suka berdiskusi dan mengutarakan maksud secara langsung tanpa perantara tulisan. Sedangkan saat ini saya dituntut untuk bisa menulis dan menghasilkan karya tulis (namanya juga mahasiswa). Saya akan mencoba untuk menulis dan terus belajar untuk menghasilkan tulisan yang baik.

Oya, kemarin ayah saya meminta tolong kepada saya supaya dicarikan cara sistematis untuk menjadi seorang MC. Bukan ayah saya yang ingin menjadi MC, tetapi beliau ingin memperkenalkan dunia MC kepada anak-anaknya walaupun kami tidak memiliki latar belakang dalam bidang tersebut, ayah tetap ingin kami mengenalnya dan mampu bila telah paham. Saya jadi bertanya-tanya, kenapa ya sekiranya ayah saya meminta saya untuk itu? Setelah saya pikir-pikir, memang beliau selalu mengajarkan anak-anaknya untuk menambah kemampuan dalam soft skill. Kata beliau soft skill akan menambah nilai plus bagi individu yang memilikinya dalam segi atau bidang apapun dan dimanapun. Dan nantinya akan sangat menguntungkan terutama dalam dunia kerja individu yang bersangkutan tersebut.

Hal diatas hanya contoh tentang salah satu macam soft skill. Sebenarnya banyak macam soft skill yang dapat kita miliki.Nah, untuk yang belum berani memang agak susah. Segala sesuatu memang akan sulit dipermulaan, tinggal berani/kuat atau tidak kita dalam memulai dan menjalaninya. Bila sudah berani, selamat mencoba dan tingkatkan soft skill kita.

Selasa, 09 Maret 2010

Membentuk Karakter Anak Melalui Cara Bertutur

Pada masa golden period (0-5 tahun), cara kita menyampaikan pesan dan berinteraksi kepada anak akan sangat menentukan bagaimana karakternya saat dewasa. Apa yang kita bicarakan dan lakukan pada anak akan terekam kuat dalam memorinya.

“Golden period adalah waktu di mana sel otak tumbuh dengan cepat dan sensor pertama yang mereka terima adalah sentuhan dan suara,” ungkap dr. Adre Mayza, Sp.S(K) yang adalah Kepala Bidang Pemeliharaan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan dari Departemen Kesehatan RI, pada acara Pfizer Presscircle beberapa waktu lalu.

Itu mengapa menurut Adre, ketika kita berbicara kasar dan bertingkah kasar maka anak-anak akan merekamnya lekat-lekat dalam otak. Alhasil ketika mereka dewasa yang mereka “putar ulang” adalah memori masa kecilnya. “Karena bagaimana pun juga, orang tua adalah media pembelajaran mereka, jadi mau tidak mau apa yang dilakukan orang tua akan dianggap sebagai ilmu pengetahuan pertama.”

Adre pun mengingatkan, bahwa membentuk anak yang cerdas bukan hanya dari nutrisi yang optimal tapi juga harus ada rangsangan yang baik. “Dan orang tua adalah sumber rangsangan itu, jadi mulai dari sekarang berbicara serta bertingkah bijaklah kepada anak-anak.”

(Rut Avianti-Siagian Priska/FJ/www.preventionindonesia.com)

Sumber : http://vibizlife.com/health_details.php?pg=health&id=17656&sub=health&awal=0&page=1

Jadi...berhati-hatilah bila berbicara pada anak, adik, serta keponakan bahkan cucu kita yang masih kecil. Jangan sampai pembicaraan yang mereka ucapkan tidak sesuai dengan usia mereka. Bila itu terjadi, bukan salah mereka, tapi lihatlah orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya. Karena merekalah tersangka utamanya. Anak kecil belum mampu untuk memilah mereka hanya mampu menyerap informasi yang di dapat dari panca indranya dan hal tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekitarnya.

Komunikasi Efektif Kurangi Dampak Krisis Kesehatan

Atlanta (ANTARA) - Ahli komunikasi krisis pada "Centers for Disease Control and Prevention" (CDC) Amerika Serikat Barbara J Reynolds mengatakan, komunikasi yang efektif dapat mengurangi dampak krisis kesehatan seperti pandemi dan kejadian luar biasa penyakit.

"Komunikasi risiko yang efektif membuat orang menjadi tahu apa yang harus dilakukan supaya terhindar dari penyakit, ini membuat kecepatan penyebarannya berkurang," katanya dalam pelatihan komunikasi krisis dan kedaruratan kesehatan di kantor pusat CDC di Atlanta, AS, Selasa.

Bahkan, ia melanjutkan, pada kejadian krisis yang akhirnya diketahui berakibat ringan seperti pandemi influenza A H1N1 arau flu babi, komunikasi risiko tak hanya dapat menekan penyebaran penyakit tapi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup sehat.

"Orang jadi suka mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang dengan gejala influenza, dan melakukan hal-hal lain yang sebenarnya dapat mencegah berbagai masalah kesehatan, tak hanya influenza," paparnya.

Ia menjelaskan, komunikasi risiko yang efektif harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat akan informasi akurat dan terpercaya mengenai penyakit baru yang sedang menimbulkan kedaruratan kesehatan.

"Dalam keadaan krisis orang butuh tahu apa yang sebenarnya terjadi, seberapa buruk dampaknya dan apa yang bisa mereka lakukan untuk menghindarinya," tuturnya.

Sebagai otoritas yang bertanggung jawab memberikan informasi terkait kedaruratan kesehatan, kata dia, pejabat pemerintah harus bisa menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara cepat, supaya mereka tidak terombang-ambing dalam ketidaktahuan dan khawatir.

Pemerintah, lanjut dia, harus menyampaikan informasi akurat kepada masyarakat berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan secara jujur, meski kadang hal itu sulit dilakukan.

"Sebab, jika tidak orang akan mencari tahu dari sumber informasi yang lain yang belum tentu bisa diandalkan, yang mungkin membuat mereka justru melakukan hal yang salah," ucapnya menegaskan.

Kejujuran pemerintah dalam menyampaikan informasi selama krisis kesehatan terjadi, menurut dia, sangat penting dalam upaya pencegahan perluasan dampak krisis kesehatan.

"Ini membuat orang percaya, sehingga mau melakukan apa yang direkomendasikan. Mungkin tidak semua orang, tapi setidaknya akan lebih banyak orang yang akan mengikuti rekomendasi yang diberikan," ujarnya.

Konsultan komunikasi risiko Jody Lanard menjelaskan, dalam hal ini pemangku kepentingan terkait tidak harus menyediakan keseluruhan informasi karena hal itu akan sulit dilakukan dalam waktu singkat saat krisis terjadi.

Pemangku kepentingan terkait, kata dia, hanya perlu memberikan informasi yang mereka ketahui terkait situasi yang sedang terjadi dan langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

"Jangan memberikan jaminan berlebihan bahwa apa yang terjadi bisa diatasi karena ini justru akan membuat orang yang sedang bingung dan khawatir marah, skeptis dan tidak mempercayai apa yang mereka dengar," katanya.

Pemangku kepentingan terkait, lanjut dia, tidak akan bisa membuat orang tenang saat ada kedaruratan kesehatan dengan menyatakan bahwa semua "bisa dikendalikan" pada awal kejadian karena orang tahu itu tidak mungkin bisa.

"Lebih baik mereka jujur kalau belum sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi, sampaikan informasi yang sudah ketahui dan kemungkinan bahwa kondisi bisa berubah, serta pemerintah akan mencari tahu apa yang sedang terjadi dan berusaha mengatasinya," tuturnya menambahkan.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100309/tls-komunikasi-efektif-kurangi-dampak-kr-e850fa7.html

Nah sekarang semakin terbukti bahwa komunikasi secara langsung menjadi suatu hal yang sederhana namun vital perannnya dalam kehidupan kita. Tidak sedikit orang menghiraukan berkomunikasi secara langsung karena memiliki alasan dapat melakukannya melalui media elektronik yang semakin canggih saat ini. Dengan adanya penelitian ini maka dapat menambah informasi kita mengenai pentingnya berkomunikasi secara langsung antar individu.

Senin, 08 Maret 2010

Hallo semua....!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Ini hanya kata-kata pembuka dari saya, si empunya blog ini.
untuk up date-up date berikutnya, selamat mengunjungi blog saya, terima kasih ;)
Wassalamualaikum Wr. Wb.